Seharian tadi saya bersama keluarga datang kepernikahan saudara jauh di Unit 19 Muara Bungo, Jambi. Ada beberapa hal yang saya rasa aneh di resepsi pernikahan itu. Pertama, rerepsi pernikahan diadakan menggunakan adat Jawa karena memang kedua mempelai adalah keturunan Jawa. Segala pernak-perniknya berbau Jawa mulai pakaian mempelai, riasan serta bahasa pengantar dari pembawa acara ( MC ) menggunakan bahasa Jawa kelas tinggi ( dalam bahasa Jawa disebut Ngoko Inggil ).
Nah disini yang agak aneh, karena MC menggunakan bahasa Jawa kelas tinggi, para tamu undangan yang sebagian asli Sumatra sama sekali tidak tahu apa yang sedang di omongkan oleh si MC
. Itu saya tahu ketika saya bertanya kepada teman saya yang asli kelahiran Sumatra.
”Kenapa nggak pakai bahasa Indonesia saja? kan lebih enak?” pikirku.
Kedua, group musik pengiring ( yang hanya terdiri dari penyanyi, piano dan tape sound system ) yang bernama Kelana Karya Intertaiment, dimana nama group ditulis besar di background panggung. Saya tertawa ketika membaca tulisan “INTERTAIMENT” yang seharusnya Entertaiment ditulis besar-besar di background. Sudah salah ditulis besar-besar lagi
. Halahh..apalagi ini??




Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments