Empat bulan lalu ketika saya masih berada di Jambi, petani sawit di daerah tempat saya tinggal sangat gembira karena harga sawit semakin hari semakin naik saja, bak sebuah pesawat yang sedang take off. Tapi mungkin perasaan itu berbalik 180 derajat menjadi sangat sedih bila menilik keadaan saat ini. Ya, akibat terjadinya krisis ekonomi global saat ini sangat berpengaruh terhadap harga sawit di pasaran, terutama pasaran internasional / ekspor. Kita tahu bahwa sawit merupakan salah satu komoditi ekspor andalan yang dipunyai Indonesia, sebagian besar minyak sawit ( CPO ) diekspor ke daratan Amerika dan Eropa. Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini salah satunya menyebabkan turunya harga sawit di pasaran internasional. Tandan buah segar yang satu bulan lalu harganya masih berkisar Rp. 2000 per kilogram, kini terjun bebas menjadi sekitar 600 rupiah saja, bahkan menurut berita yang saya baca ada beberapa daerah yang turun drastis mencapai 300 rupiah per kilogram. Dampaknya sangat terasa bagi petani sawit, salah satunya mungkin adalah tersendatnya pembayaran kredit mereka kapada bank dan mahalnya membeli pupuk. Dulu sewaktu saya masih disana para petani sawit ramai - ramai kredit motor bahkan kredit mobil, membeli lahan dan membangun rumah, hal ini berani mereka lakukan karena saat itu harga sawit sangat menjanjikan, terus naik dan naik. Tapi saat ini kebanyakan dari mereka pasti kebingungan melunasi tanggungan kredit dari bank.
Sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi dampak dari krisis global terhadap komoditi sawit Indonesia. Salah satunya dengan memaanfaatkan sawit di produk akhir, seperti pembuatan mentega, sabun dan minyak jadi. Selama ini Indonesia hanya mengolah sawit sebatas dalam bentuk CPO kemudian diekspor keluar negeri, tercatat 90 % ekspor sawit Indonesia dalam bentuk CPO. Sedikit sekali yang dilolah langsung menjadi kebutuhan siap pakai seperti sabun dan mentega. Dengan diolah menjadi produk siap pakai dan dipasarkan didalam negeri kemungkinan besar akan bisa menaikan kembali harga sawit yang jatuh saat ini, sehingga petani sawit akan kembali bergairah bergelut dengan usaha mereka.



